Sabtu, 10 Januari 2015

PENYELEKSIAN KONDISI

Seleksi kondisi adalah proses penentuan langkah berikutnya berdasarkan proses yang terjadi sebelumnya. Seleksi kondisi ini sangat penting dalam pemrograman sebab dengan adanya seleksi kondisi, program dapat menentukan proses apa yang harus dilakukan selanjutnya berdasarkan keadaan sebelumnya. Sehingga nampak seolaholah program dapat berpikir dan mengambil keputusan. Disinilah letak kekurangan komputer yaitu tidak mampu berpikir sendiri, semua hal yang dilakukan adalah berdasarkan perintah.
Dalam Pascal ada tiga macam perintah seleksi kondisi, yaitu statement
if…then, if…then…else dan case…of. Seleksi kondisi dengan if…then
digunakan untuk mengambil satu keputusan diantara dua pilihan sedang seleksi kondisi dengan
if…then…else dan case…of digunakan untuk mengambil satu keputusan diantara banyak pilihan


Pernyataan If - Then 
Bentuk struktur If – Then adalah sebagai berikut : 
If Kondisi Then Statement 
Ungkapan adalah kondisi yang diseleksi oleh statement If. Bila kondisi yang diseleksi terpenuhi, maka statement yang mengikuti Then akan diproses, sebaliknya bila kondisi tidak terpenuhi, maka yang akan diproses statement berikutnya. 
Misalnya :
If Pilihan = 2 Then
Begin{ jika kondisi terpenuhi, Yaitu jika pilihan = 2 }
......
......
End.

If tersarang (nested If) 
Struktur If tersarang merupakan bentuk dari suatu statement If berada di dalam lingkungan statemen If yang lainya. Bentuk statement If tersarang sebagai berikut : 

If kodisi1 Then atau If Kondisi1 Then
If kondisi2 Then Begin
statemen1 IF kondisi2 Then
Else statemen1
statemen2; Else
statemen2
End;

Pernyataan if..then..else..
Statement penyeleksian kondisi menunjukan bahwa suatu statemen akan dikerjakan jika suatu kondisi adalah benar. Jika kondisi salah satu syarat tidak terpenuhi maka statemen yang lainnya setelah kata cadangan ELSE akan dikerjakan atau diproses. Kata ELSE tidak boleh diawali dengan titik koma (;) karena titik koma menunjukan akhir dari statemen.
Statement IF-THEN diguanakan untuk menyeleksi kondisi. Jika kondisi yang diseleksi terpenuhi, maka statement yang mengikuti akan diproses. Tetapi, apabila kondisi tidak terpenuhi maka yang akan diproses adalah statement berikutnya.

Berikut ini bentuk umum dari IF-THEN
IF Kondisi THEN
“Statement 1”
ELSE
“Statement 2”

Keterangan:
Kondisi           : Ungkapan yang menghasilkan nilai benar atau salah.
Statemen         : Suatu aksi yang akan diproses bergantung terpenuhi atau tidaknya kondisi.

Maksudnya statement adalah jika kondisi bernilai TRUE (benar) maka akan diproses Statemen 1 dan Statemen 2 diabaikan. Namun, jika kondisi bernilai FALSE (salah) maka akan diproses Statement 2 dan Statement 1 dilewati.

Pernyataan Case
Hal – hal yang perlu diperhatikan adalah :
•Dibelakang keyword case harus diikuti oleh sebuah konstanta, tidak boleh diikuti oleh ekspresi ataupun variable.
•Konstanta yang digunakan bertipe int atau char
•Jika bentuknya seperti diatas maka apabila ekspresi sesuai dengan konstanta2 maka pernyataan2, pernyataan3 sampai dengan pernyataanlain dieksekusi. Untuk mencegah hal tersebut, gunakan keyword break;. Jika keyword break digunakan maka setelah pernyataan2 dieksekusi program langsung keluar dari pernyataan switch. Selain digunakan dalam switch, keyword break banyak digunakan untuk keluar dari pernyataan yang berulang ( looping ).
•pernyataanlain dieksekusi jika konstanta1 sampai konstantaN tidak ada yang memenuhi ekspresi.
Contoh :

Program untuk melihat nilai akhir test.
Nilai A jika nilai diatas 80, B jika 70<= nilai <80, C jika 50<= nilai <70, D jika 30<=nilai <50, E jika nilai < 30
int nilai;
cout<<”Masukkan nilai test : “; cin>>nilai;
switch(nilai/10)
{
case 10:
case 9:
case 8: cout<<’A’<<endl;break;
case 7: cout<<’B’<<endl;break;
case 6:
case 5: cout<<’C’<<endl;break;
case 4:
case 3: cout<<’D’<<endl;break;
case 2:
case 1:
case 0: cout<<’E’<<endl;break;
default: cout<<”Salah, nilai diluar jangkauan.\n”;
}


0 komentar:

Posting Komentar